Asuransi Jaminan Pelaksanaan atau Surety Bond
Asuransi Jaminan Pelaksanaan atau Surety Bond

Asuransi Jaminan Pelaksanaan atau Surety Bond

SITEKNONEWS – Bagi para pekerja pihak ketiga, atau kontraktor, Asuransi Jaminan Pelaksanaan (Surety Bond) selalu diminta oleh User saat mengerjakan proyek. Lalu seperti apa Asuransi Jaminan Pelaksanaan itu?

Kesepakatan 3 faksi di antara Surety (Asuransi) dan Principal (Kontraktor) untuk jamin kebutuhan Obligee (Pemilik proyek), di mana jika Principal tidak berhasil melakukan kewajibannya seperti yang diperjanjikan dengan Obligee, karena itu Surety akan bertanggungjawab pada Obligee untuk menuntaskan kewajiban Principal.

Trending:   Asuransi Mobil ACA | Cara Klaim Asuransi Aca

Agunan dalam asuransi jaminan pelaksannan / arusansi penjaminan / Surety Bond terbagi dalam 2 keadaan:

  • Agunan bersyarat (conditional bond)

Agunan akan dicairkan sesudah dijumpai penyebab dari pencairan dan penjamin cuman harus menukar sebesar rugi yang dialami oleh Obligee.

  • Agunan tanpa persyaratan (unconditional bond)

Agunan akan dicairkan jika ketetapan dalam kontrak tidak disanggupi tak perlu menunjukkan ketidakberhasilan (loss situation)

Faedah Asuransi Jaminan pelaksanaan / Penjaminan (Surety Bond)

1. Agunan Penawaran (Bid /Tender)

Agunan Penawaran atau disebutkan Bid Bond ialah agunan yang diedarkan oleh Surety Company untuk jamin Obligee jika Principal pemegang Bid Bond sudah penuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh Obligee untuk ikuti pelelangan itu dan jika Principal memenangi pelelangan maka mampu untuk tutup Kontrak Penerapan Pekerjaan dengan Obligee. Jika tidak karena itu Surety Company akan bayar rugi ke Obligee sebesar beda di antara penawaran Principal yang paling rendah dengan Principal paling rendah selanjutnya maksimal sebesar nilai agunan.

Trending:   Asuransi Perjalanan atau Travel Insurance, Pahami Dulu Sebelum traveling!

Resiko dalam Bid Bond baru muncul sesudah ditetapkannya juara tender, risko itu ialah :

  • Peranan Agunan Penawaran

Peranan agunan penawaran adalah bentuk syarat pada pelelangan yang bertujuan agar peserta tender bersungguh sungguh mendapatkan proyek yang ditenderkan. Jika Kontraktor pemenang tender mengundurkan diri, dapat dikenai sanksi.

2. Agunan Pelaksanaan (Performnce)

Agunan Penerapan atau Performnce Bond ialah agunan yang diedarkan oleh Surety Company untuk jamin Obligee jika Principal segera dapat menuntaskan pekerjaan yang diberi oleh Obligee sesuai ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak pekerjaan. Jika Principal tidak melakukan kewajibannya sesuai kontrak karena itu Surety Company akan memberinya ganti kerugian ke obligee maksimal sebesar nilai agunan. Besarnya nilai Agunan (Penal Sum) Penerapan ialah persentase tertentu dari nilai kontrak project tersebut yakni di antara 5% s/d 10% dari nilai project.

Jika di saat usainya kontrak rupanya masihlah ada kewajiban yang belum dipenuhi dengan Principal karena itu Agunan Penerapan bisa diperpanjang sesuai persetujuan di antara Obligee dan Principal yang dituangkan dalam addendum kontrak.

  • Peranan Agunan pelaksanaan

Peranan agunan pelaksanaan merupakan syarat untuk proses penandatanganan kontrak kerja untuk pemenang tender, jika kontraktor atau principal tidak melaksanaan proyek sesuai dengan kontrak, maka dapat dikenai sanki, dengan jaminan pelaksanaan.

Trending:   Cara Klaim Asuransi Kebakaran

3. Agunan Pembayaran Uang Muka (Advance Payment)

Agunan Pembayaran Uang Muka atau Advance Payment Bond yang diedarkan oleh Surety Company untuk jamin Obligee jika Principal akan mampu kembalikan uang muka yang sudah diterimanya dari Obligee sesuai ketentuan-ketentuan yang diperjanjikan dalam kontrak, bermaksud untuk mempelancar pendanaan project.

Jika Principal tidak berhasil melakukan kerjanya dan karena itu uang muka tidak dapat dibalikkan karena itu Surety Company akan kembalikan uang muka ke Obligee sebesar tersisa uang muka yang belum dibalikkan (jumlahnya uang muka yang diterima Principal, dikurangkan dengan angsuran/tingkatan pembayaran prestasi) maksimal sebesar nilai agunan. Jumlahnya uang muka yang ditanggung oleg Surety Company akan menyusut sesuai angsuran pengembalian uang muka yang sudah dibayarkan oleh Principal ke Obligee.

  • Peranan Agunan Pembayaran Uang Muka

Yang satu iini, agunan pembayaran di muka, atau uang muka, difungsikan untuk memperlancar pekerjaan dan pembiayan proyek, sehingga dapat di ambil di muka. Jika Principal (kontraktor) gagal mengerjakan proyek, dan tidak bisa mengembalikan uang muka, maka surety wajib bayar ke Obligee sesuai sisa uang yang belum lunas.

Trending:   Asuransi Terbaik di Indonesia Dan Produknya

4. Agunan Perawatan (Maintenance)

Agunan Perawatan atau yang disebutkan Pemeliharaan Bond diedarkan oleh Surety Company untuk jamin Obligee jika principal akan mampu untuk membenahi kerusakan-kerusakan pekerjaan sesudah penerapan pekerjaan usai sesuai yang diperjanjikan dalam kontrak.

Jika Principal tidak berhasil membenahi kerusakan-kerusakan dan/atau kekurangan karena itu Surety Company akan menukar ongkos yang dikeluarkan untuk membenahi kerusakan maksimal sebesar nilai agunan. Besarnya nilai agunan ialah persentase tertentu dari nilai kontrak project tersebut sejumlah 5% di mana di saat Principal sudah menuntaskan 100% atas proyeknya dan diedarkan Informasi Acara Serah Terima Pekerjaan

5. Garansi Bank

Pemberian janji secara tercatat dari Bank ke Obligee untuk periode waktu tertentu, jumlah tertentu dan kepentingan tertentu jika Faksi Bank akan bayar kewajiban Principal jika yang berkaitan wanprestasi.

Pada proses penerbitan Melawan Garansi Bank, Principal mengontak Surety Company dengan lengkapi beberapa dokumen standar project dan data Principal seperti proses penerbitan Surety Bond yang dirinci pada bab awalnya. Seterusnya Surety Company akan lakukan klarifikasi dan analisis data. Jika dibutuhkan akan dilaksanakan juga survei ke posisi Principal atau project yang bakal ditangani.

Trending:   11 Produk Asuransi Mobil Terbaik dan Paling dipercaya di Indonesia

Seterusnya berdasar klarifikasi dan survei itu akan dilaksanakan analisis 5C (Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral). Hal yang penting jadi perhatian ialah jika Melawan Garansi Bank sebagai unconditional bond atau agunan tanpa persyaratan, di mana Surety Company harus bayar rugi yang disodorkan oleh Bank Penerbit Garansi Bank atas pencairan yang disodorkan oleh Obligee ke Bank sebagai akibatnya karena wanprestasi Principal ke Obligee. Dengan begitu harus ditegaskan jika Principal mempunyai good performnce dan project yang ditangani ialah pantas. Itu juga harus disokong juga oleh indemnity agreement to surety yang ditanda bereskan oleh Principal.

Sesudah Surety Company menyepakati untuk jamin Principal, seterusnya direferensikan ke Bank agar diedarkan Garansi Bank yang nanti akan diberikan ke Obligee. Berdasar penerbitan Garansi Bank itu selanjutnya Surety Company mengeluarkan Melawan Garansi Bank yang seterusnya diberikan ke Bank

6. Kustom Bond

Pebisnis yang menghasilkan beberapa barang/hasil industri yang bakal di-export (produsen eskportir) bisa diberi pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan (surcharge) dan Pajak Bertambahnya Nilai (PPN) atas beberapa barang yang di-importnya untuk hasilkan barang produksi. Salah satunya pengakuan untuk memperoleh pembebasan bea masuk, bea masuk tambahan dan PPN ialah jika pebisnis harus mempunyai Kustom Bond. Jikamana dalam periode waktu tertentu pebisnis yang berkaitan, lupa/tidak mengekspor barang hasil produksinya, karena itu Kustom Bond itu akan dicairkan oleh Pemerintahan. Peranan Kustom Bond di sini ialah jamin pemerintahan jika pebisnis lupa/tidak mengekspor beberapa barang produksinya.

Trending:   Asuransi Mobil Garda Oto All Risk | Contoh Perhitungan Premi Garda Oto All Risk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *