Pelajari Pengertian, Cara Kerja, Fungsi Dan Tipe Thyristor
Pelajari Pengertian, Cara Kerja, Fungsi Dan Tipe Thyristor

Pelajari Pengertian, Cara Kerja, Fungsi Dan Tipe Thyristor

SITEKNONEWS.COM – Fungsi Thyristor, Perangkat elektronik sangat membantu manusia dalam menyelesaikan setiap urusannya. Seperti namanya, perangkat jenis ini menginginkan tenaga berbentuk listrik untuk dapat bertugas. Sirkuit perangkat elektronik memang sedikit lebih rumit dibandingkan perangkat lainnya.

Tidak banyak orang yang memahami sirkuit tersebut dengan bagus, apalagi untuk hanya filosofi dasarnya saja. Perihal tersebut pula legal untuk bagian thyristor. Thyristor memiliki fungsi yang penting dalam elektronika dan memiliki bermacam jenis pula.

Pengertian dan Cara Kerja Thyristor
Pengertian dan Cara Kerja Thyristor

Pengertian dan Cara Kerja Thyristor

Thyristor berawal dari bahasa Yunani yang berarti pintu. Julukan tersebut sangat relevan dengan cara kerja komponen ini yang secara simpel memang seperti pintu. Pintu tersebut dapat terbuka dan tertutup untuk menahan dan membiarkan perpindahan elektron, spesialnya pada arus listrik AC( Alternating Current) atau arus bolak- balik.

Komponen thyristor tertata dari 2 buah transistor. Komponen ini akan bertugas sebaiknya suatu saklar, yang mana dikala saklar tersebut dibuka maka arus listrik dapat mengalir dari anoda ke katoda. Akan namun, bila gate ini ditutup, maka arus tersebut otomatis akan berhenti pula.

Kamu sendiri dapat menciptakan komponen ini pada perangkat elektronik yang menggunakan arus kecil maupun arus besar.

Tipe- tipe Thyristor

Sebagai bagian dari komponen elektronika, cara kerja thyristor secara terperinci lumayan sulit dimengerti oleh warga biasa. Terlebih, terdapat banyak sekali jenis komponen ini dalam mekanisme kerja yang sangat berlainan antara satu dengan lainnya.

Tipe- tipe Thyristor
Tipe- tipe Thyristor

Selanjutnya ini adalah keterangan pendek hal tipe- tipe thyristor supaya Kamu dapat memahami komponen ini secara lebih ringkas:

1. Silicon Controlled Rectifier( SCR)

SCR atau Silicon Controlled Rectifier ialah dioda yang berfungsi sebagai pengendali. SCR sendiri dibuat dari materi semi konduktor dengan karakter yang mirip dengan botol thiratron. Bagian pengendali pada SCR diucap sebagai gate, bagian ini dibuat dari materi dengan poros P dan N yang tertata jadi PNPM( Positif Negatif Positif Negatif).

SCR sendiri berfungsi sebagai saklar dan pengendali. Bila bagian gate terpasang dengan pas( bagian positif dengan negatif), maka elektron akan mampu merambat dari katode ke anode. Mekanisme inilah yang jadi cikal bakal untuk mewujudkan fungsi dari SCR.

2. Gate Turn Off Thyristors( GTO)

Gate Turn Off Thyristor atau GTO ialah salah satu jenis spesial dari komponen thyristor. Komponen ini dibuat dari materi semikonduktor berakal tinggi. Keunggulan GTO dibandingkan dengan jenis normal adalah saklar yang dapat dikendalikan seluruhnya menggunakan gate lead.

Trending:   Pernyataan Berikut Yang Benar Adalah?

Bila Kamu menerapkan impuls positif antara katoda dan gate lead, maka arus listrik dapat melampaui saklar ini. Kebalikannya, bila Kamu menerapkan impuls negatif antara katoda dan gate lead, maka arus listrik akan terhalang.

3. Emitter Turn Off Thyristors( ETO)

ETO atau Emitter Turn Off Thyristors dibesarkan oleh center for power electronics, Virginia Tech pada tahun 1999. ETO sendiri ialah thyristor yang menggunakan MOSFET untuk menghubungkan dan memutus arus listrik.

Bila Kamu mau menghidupkan ETO, maka tinggal menerapkan tegangan positif ke gate 1 dan gate 2. Setelah itu, MOSFET yang dihubungkan dengan halte katoda dari bentuk thyristor PNPN akan menyala. Tegangan positif yang masuk pada gate 1 akan MOSFET yang tersambung dengan bagian gate of thyristor.

4. Reverse Conducting Thyristors( RCT)

Reverse Conducting Thyristors atau RCT lumayan berlainan dengan thyristor normal berakal tinggi. Komponen ini memiliki reverse diode berintegrasi, alhasil tidak dapat memblokir arus listrik secara terbalik.

Komponen jenis ini sangat profitabel yang mana wajib menggunakan freewheel diode. Sebab diode dan SCR( Silicon Controlled Rectifier) tidak dapat digunakan berbarengan, keduanya tidak akan menciptakan panas dalam durasi yang serupa, alhasil lebih gampang diintegrasikan maupun didinginkan.

Reverse Conducting Thyristors pula kerap digunakan untuk mengendalikan frekuensi maupun inverter.

5. Bidirectional Triode Thyristors( TRIAC)

TRIAC atau Bidirectional Triode Thyristors ialah perangkat yang digunakan untuk mengendalikan arus listrik, sederhananya TRIAC berfungsi seperti saklar( switch). Perangkat ini dibuat dari materi semikonduktor dengan 3 buah halte.

Mekanisme pada Bidirectional Triode Thyristors digunakan untuk bermacam perangkat elektronik, seperti mengendalikan kecekatan kipas angin, pengawasan kecekatan kipas pada AC, pada motor kecil, dan digunakan dalam dimmer cahaya.

6. MOS- Controlled Thyristor( MCT)

MOS- Controlled Thyristor( MCT) ialah thyristor yang dikendalikan menggunakan voltage. Mekanisme pada MCT sedikit seragam dengan yang terjalin pada GTO, perbedaanya gate pada MCT teratasi dengan tegangan terisolasi.

Tidak hanya itu, MCT pula memiliki 2 buah MOSFET ialah Turn- on untuk menghubungkan arus dan Turn- off untuk menyudahi arus. Komponen MCT dibuat dari materi semikonduktor yang mampu menahan listrik dengan daya tinggi dan frekuensi besar. Tidak cuma itu, komponen MCT pula memiliki konduktivitas lumayan kecil.

Perangkat elektronik menginginkan tenaga berbentuk listrik untuk dapat bertugas. Perihal tersebut dicoba dengan memalsukan arus listrik dengan menggunakan resistor, transistor,

hambatan, thyristor, dan bermacam komponen lain. Thyristor sendiri, fungsinya mirip seperti saklar untuk memutus maupun menyambung arus listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.